Pendahuluan
Kaisar
Agustus mempunyai kekuasaan yang sangat besar. Salah satu peraturan yang muncul
pada masa pemerintahannya adalah menyembah kepada Kaisar sebagai dewa mereka,
walaupun mereka masih diijinkan melakukan penyembahan kepada
dewa-dewa/kepercayaan asal mereka sendiri.
Namun
demikian ada kekecualian untuk orang-orang Yahudi yang mempunyai agama Yudaisme
yang menjunjung tinggi monotheisme, mereka tidak diharuskan untuk menyembah
kepada Kaisar. Hal ini terjadi karena mereka takut kalau orang Yahudi
memberontak.
Kehadiran agama Kristen saat itu, pada mulanya dianggap sebagai salah satu
sekte agama Yudaisme, itu sebabnya orang-orang Kristen pertama tidak diharuskan
untuk menyembah kepada Kaisar. Tetapi setelah orang- orang Yahudi secara
terbuka memusuhi orang Kristen (puncak peristiwa penyalipan Kristus) barulah
pemerintah Romawi melihat kekristenan tidak lagi sebagai sekte Yudaisme tetapi
agama baru. Sejak saat itu keharusan menyembah kepada Kaisar pun akhirnya
diberlakukan untuk orang-orang Kristen. Kepada mereka yang tidak patuh pada
peraturan ini mendapat hukuman dan penganiayaan yang sangat berat.
A.Kekaisaran Romawi (sekitar tahun 1 — 312)
Sekitar 1: Kelahiran Yesus. Menurut Injil Lukas, kelahiranNya berlangsung di Betlehem pada masa pemerintahan Raja Herodes Agung dari Yudea dan Kaisar Romawi Augustus, dan bahwa dia adalah putera dari Perawan Maria, yang mengandung oleh kuasa Roh Kudus. Umat Kristiani menganggapNya sebagai inkarnasi ilahi Putera Allah.
A.Raja herodes
Herodes atau Hordos (Hebrew: הוֹרְדוֹס, Hordos,
Greek: Ἡρῴδης, Hērōidēs) juga
dikenal sebagai Herodes I, adalah seorang raja boneka Romawi yang
berkuasa di Yudaea (sekitar 74 SM - sekitar
5,
4
atau 1 SM
di Yerusalem). Rincian biografinya yang cukup jelas diperoleh dari tulisan
sejarawan Yahudi abad pertama Masehi, Yosefus.
Bagi banyak orang Kristen, Herodes paling dikenal dari Injil Matius
yang melukiskan dalam pasal 2 . 1 SM Yesus Kristus tinggal (bahasa Ibrani:
Yeshua Meschiach) di Mesir
saat Herodes membunuh anak-anak di Betlehem.. Kisahnya
hanya singkat yang berujung lagi-lagi pada kekejaman yang dilakukannya. Asal
tahu saja, usia Herodes pada waktu mendengar kabar tentang kelahiran Raja Baru
dari orang Majus itu adalah 70 tahun. Usia yang sudah lanjut tapi sang kakek
ini tidak mau disaingi siapapun sampai dia mati. Keinginan berkuasa seumur
hidup sudah menjadi tekad Herodes sehingga dia akan berusaha menyingkirkan
siapapun yang bakal menyainginya termasuk raja yang masih bayi sekalipun.
Kondisi Herodes juga waktu itu sebenarnya sudah sangat lemah dan sakit-sakitan
tapi nafsu berkuasanya tetap kuat.
Herodes menangkap mereka, mengadili, menjatuhkan hukuman,
serta menghukum keluarga yang tidak menyerahkan anak mereka. Herodes kemudian
meninggal, maka Yesus dengan keluarganya kembali ke Kanaan dan berdiam di Nazaret.Herodes
mati di akhir bulan Maret
atau awal April
tahun 4 SM atau tahun 1 SM.[1]
B.Kaisar agustus
Gaius Julius Caesar
Augustus (23 September
63 SM–19 Agustus
14), yang bergelar Kaisar
Oktavianus Augustus atau Kaisar Agustus (bahasa Latin:
Imperator Caesar Divi Filivs Avgvtvs), adalah Kaisar Romawi
pertama dan salah satu yang paling berpengaruh. Ia mengakhiri perang saudara
berkepanjangan dan menciptakan kedamaian, kesejahteraan, dan kemegahan di Kekaisaran
Romawi, yang dikenal dengan sebutan Pax Romana atau kedamaian Romawi.
Memerintah sebagai penguasa tunggal mulai tahun 27 SM sampai
matinya tahun 14 M.
Ia menikah dengan Livia Drusilla dan
langgeng hingga lebih dari 51 tahun. Setelah mati, Tiberius
menggantikannya sebagai kaisar Romawi. Agustus memerintah mulai tanggal
16 Januari 27 SM sampai kematiannya,
tanggal 19 Agustus 14 M Pada zaman pemerintahannya:
Akan tetapi Dia
disalibkan oleh bangsa Romawi, atas dakwaan kejahatan politik yakni perbuatan
makar dan pemberontakan seperti yang tertulis pada titulus di atas salib yang
menunjukkan kejahatan yang diperbuatNya yakni: "Yesus dari Nazaret, Raja
orang Yahudi". Menurut para pengikutNya, tiga hari kemudian, "Allah
membangkitkanNya dari antara orang mati atau,
seperti yang juga mereka katakan, Dia "sudah bangkit]Empat puluh hari setelah kebangkitanNya,
Yesus naik ke surga, Injil-Injil Kristiani meriwayatkan bahwa Yesus memberi
petunjuk kepada para muridNya bahwa: "Segala kuasa telah diberikan
kepadaKu di surga dan di atas bumi. Karena itu pergilah dan jadikanlah semua
bangsa muridKu, baptislah mereka dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus,
ajarilah mereka untuk melakukan semua yang telah kuperintahkan kepadamu;
dan lihatlah, Aku menyertaimu, bahkan sampai akhr zaman." (Matius
28:18-20). Sepuluh hari kemudian (Pentakosta)
Petrus memberikan khotbah perdananya dan 3.000 orang memberi diri untuk
dibaptis. Sejak saat itu, ajaran-ajaran Yesus menyebar ke seluruh dan ke luar
batas Kekaisaran Romawi sehingga membentuk
Gereja-Gereja yang dipimpin oleh para Rasul. Tradisi Kristiani mencatat bahwa
Gereja Kristiani di Roma didirikan oleh Santo Petrus
bersama Santo Paulus, dan bahwa Petrus adalah uskupnya yang pertama.
Decius berusaha memulihkan kembali keadaan Kerajaan Romawi seperti pada zaman Kaisar Agustus, termasuk di bidang keagamaan. Decius ingin menghidupkan kembali agama Roma kuno. Karena komunitas Kristen menentang usaha itu, ia melihat orang Kristen sebagai penghambatPada tahun 250, ia mengeluarkan keputusan untuk mengadakan penghambatan bagi agama Kristen. Sasaran penghambatan ini adalah para Uskup
D.Kaisar Konstantinus th312
Gereja di bawah Kekaisaran
Romawi Periode ini dimulai sejak pertobatan
Kaisar Konstantinus I dan
menjadikan Kristen sebagai agama
resmi Romawi, Kaisar Konstantinus memimpin pasukan Kekaisaran Romawi meraih kemenangan dalam Pertempuran Pons Milvius. Menurut tradisi, pada malam menjelang pertempuran itu, Konstantinus mendapat sebuah penglihatan bahwa dia akan meraih kemenangan jika dia bertempur di bawah lambang Kristus; oleh karena itu, para prajuritnya menerakan pada perisai-perisai mereka tanda Khi-Rho yang terdiri atas dua huruf pertama dari kata Yunani untuk "Kristus" (ΧΡΙΣΤΌΣ). Setelah memenangi pertempuran itu, Konstantinus melegalkan kekristenan. Dia sendiri tidak dibaptis sampai menjelang ajalnya
Romawi Periode ini dimulai sejak pertobatan
Kaisar Konstantinus I dan
menjadikan Kristen sebagai agama
resmi Romawi, Kaisar Konstantinus memimpin pasukan Kekaisaran Romawi meraih kemenangan dalam Pertempuran Pons Milvius. Menurut tradisi, pada malam menjelang pertempuran itu, Konstantinus mendapat sebuah penglihatan bahwa dia akan meraih kemenangan jika dia bertempur di bawah lambang Kristus; oleh karena itu, para prajuritnya menerakan pada perisai-perisai mereka tanda Khi-Rho yang terdiri atas dua huruf pertama dari kata Yunani untuk "Kristus" (ΧΡΙΣΤΌΣ). Setelah memenangi pertempuran itu, Konstantinus melegalkan kekristenan. Dia sendiri tidak dibaptis sampai menjelang ajalnya
313: Maklumat Milan menyatakan
Kekaisaran Romawi netral terhadap pandangan-pandangan keagamaan, keluarnya
maklumat ini mengakhiri penindasan atas umat Kristiani.
Flavius Theodosius (11 Januari 347 – 17 Januari 395), juga
dijuluki Theodosius I dan Theodosius yang Agung (Yunani:
Θεοδόσιος Α΄ dan Θεοδόσιος ο Μέγας), adalah Kaisar
Romawi dari tahun 379 hingga 395. Ia menyatukan kembali bagian barat dan
timur kekaisaran, dan juga merupakan kaisar terakhir dari Kekaisaran Romawi Timur dan Kekaisaran Romawi Barat. Setelah
kematiannya, dua kekaisaran itu terpisah secara permanen. Ia juga menjadikan Kekristenan
Nicene sebagai agama resmi Kekaisaran Romawi
mengharamkan sebagian besar ritual Pagan[2][1] yang masih dipraktikkan di Roma, dengan
demikian mendorong sebagian besar populasi untuk berpindah keyakinan ke Agama
Kristen.
B.kaisar Romulus Augustus
(lahir sekitar 460 -
meninggal setelah 476, mungkin masih hidup sampai 488), dikenal juga dengan
julukan Romulus Augustulus
(artinya "Romulus si Augustus Kecil"; sebab sufiks bahasa
Latin -ulus berarti diminutif), adalah Kaisar Romawi Barat terakhir yang berkuasa
sejak 31 Oktober 475 ketika masih berusia 12 tahun, hingga ia disingkirkan pada
tanggal 4
September 476. Pengasingannya menandakan akhir dari Kekaisaran Romawi Barat, runtuhnya Romawi
Kuno, dan dimulainya Abad Pertengahan di Eropa Barat.
Romulus Augustus hanya berkuasa selama sepuluh bulan sebelum akhirnya
disingkirkan oleh Odoacer,
salah seorang pemimpin bangsa Jermanik.
4 September
476: Kaisar Romulus
Augustus dipecat di Roma, ditandai oleh banyak orang sebagai keruntuhan
Kekaisaran Romawi Barat. Fokus Gereja awal beralih ke perluasan di Kekaisaran
Romawi Timur, yang dikenal pula sebagai Kekaisaran Bizantium, dengan ibukotanya di Konstantinopel.
Pada akhirnya Gereja terpecah menjadi kekristenan Ortodoks dan Katolisisme pada abad ke-11.
C.Kekaisaran
Bizantium Awal dan Awal Abad Pertengahan (477 — 799)
- 480: Santo Benediktus mulai menyusun peraturan Monastik, menetapkan regulasi-regulasi untuk pendirian biara-biara.
- 496: Clovis I Raja pagan Bangsa Frank, menjadi penganut iman Katolik.
- 502: Paus Symnakus menetapkan aturan bahwa umat awam selanjutnya tidak lagi memberi suara dalam pemilihan Paus dan hanya klerus tingkat tinggi saja yang dapat menjadi calon paus.
- 529: Codex Yustinianus dirampungkan. Bagian pertama dari Corpus Iuris Civilis (Batang Tubuh Hukum Sipil).
- 2 Januari 533: Merkurius menjadi Paus Yohanes II. Dia adalah paus pertama yang menggunakan nama pemerintahan. Yohanes II mendapatkan hadiah-hadiah berharga sekaligus sebuah pernyataan iman ortodoks dari Kaisar Bizantium Yustinianus.
- 533: Digesta, atau Pandectae, dikeluarkan; bagian kedua dari Corpus Iuris Civilis (Batang Tubuh Hukum Sipil). Institutiones, bagian ketiga Corpus Iuris Civilis (Batang Tubuh Hukum Sipil) mulai diberlakukan.
- 536: Belisarius merebut kembali Roma.
- 553: Konsili Konstantinopel II mengutuk kekeliruan-kekeliruan Origenes, Tiga Bab, dan meneguhkan keempat konsili umum pertama.
- 590: Paus Gregorius Agung Memperbaharui struktur dan administrasi gerejawi dan menetapkan Kidung Gregorian.
- 596: Santo Agustinus dari Canterbury diutus oleh Paus Gregorius untuk menginjili Bangsa Inggris yang pagan.
- 638: Yerusalem dan Syria yang dikuasai umat Kristiani ditaklukkan oleh kaum Muslim.
- 642: Mesir jatuh ke tangan kaum Muslim, diikuti seluruh Afrika Utara.
- 664: Sinode Whitby mempersatukan Gereja Seltik di Inggris dengan Gereja Katolik.
- 680: Konsili Konstantinopel III mengakhiri Monothelitisme.
- 685: Kaum Maronit menggunakan kekuasaan dan pengaruh mereka untuk memilih Yohanes Maron, yang berasal dari kaum mereka, sebagai Patriark Antiokhia dan Seluruh Timur. Yohanes mendapatkan persetujuan dari Paus Sergius I, dan menjadi Patriark Maronit yang pertama.
- 698: Santo Willibrordus ditugaskan oleh Paus Sergius I sebagai uskup bagi Bangsa Frisia (Belanda). Willibrordus membangun sebuah gereja di Utrecht.
- 711: Pasukan Muslim menginvasi Spanyol.
- 718: Santo Bonifasius, seorang warga Inggris, ditugaskan oleh Paus Gregorius II untuk menginjili Bangsa Jerman.
- 726: Ikonoklasme pecah di Kekaisaran Timur. Perusakan gambar-gambar berlanjut hingga 843.
- 732: Gerak maju kaum Muslim ke Eropa Barat dihadang oleh Charles Martel di Poitiers, Perancis.
- 751: Bangsa Lombardia menghapuskan Eksarkat Ravenna secara efektif mengenyahkan sisa-sisa kekuasaan Bizantium di Italia tengah dan Roma.
- 756: Para paus dianugerahi independensi pemerintahan atas Roma oleh Raja Pepin si Pendek dari Bangsa Frank, dalam Donasi Pepin. Lahirnya Negara-negara Kepausan.
- 787: Konsili Ekumenis Nicea kedua menghentikan Ikonoklasme.
- 793: Penjarahan biara Lindisfarne menandai dimulainya serbuan Bangsa Viking ke Eropa Kristen.[3]
Daftar pustaka
http://inspirazio.blogspot.com/2012/12/herodes-agung-yang-tidak-agung.html
Dokumen pemalsuan
alkitab.molyadi Samuel AM,fictoriya pres Surabaya 2002
http://id.wikipedia.org/wiki/Herodes_Agung
http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Gereja_Katolik#Kekaisaran_Romawi_Suci_sampai_Akhir_Abad_Pertengahan_.28800_.E2.80.94_1453.29
[1]
http://id.wikipedia.org/wiki/Herodes_Agung
[2][1] Paganisme adalah sebuah
kepercayaan/praktik spiritual penyembahan terhadap berhala yang
pengikutnya disebut Pagan. Pagan pada zaman kuno percaya bahwa terdapat
lebih dari satu dewa
dan dewi dan untuk menyembahnya mereka menyembah patung, contoh Mesir Kuno,
Yunani
Kuno, Romawi
Kuno, dan lain-lain.Pada zaman sekarang, Pagan percaya bahwa semua di sekitar
mereka suci karena merupakan bagian dari dewa dan dewi. Contohnya, mereka
percaya bahwa batu
dan pohon adalah
bagian dari dewa dan dewi, sehingga keramat, tetapi tidak menyembah pohon itu.
Kebanyakan orang pagan percaya bumi memunculkan dewi.
[3]
http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Gereja_Katolik#Kekaisaran_Romawi_Suci_sampai_Akhir_Abad_Pertengahan_.28800_.E2.80.94_1453.29
Tidak ada komentar:
Posting Komentar