Kekaisaran Romawi (sekitar tahun 1 — 312)
Yesus
Kristus wafat di salib
Sekitar 1: Kelahiran Yesus. Menurut Injil Lukas,
kelahiranNya berlangsung di Betlehem pada masa pemerintahan Raja Herodes
Agung dari Yudea
dan Kaisar Romawi Augustus, dan bahwa dia adalah putera dari Perawan Maria, yang
mengandung oleh kuasa Roh Kudus. Umat Kristiani menganggapNya sebagai inkarnasi
ilahi Putera Allah.
A.Raja herodes
Herodes atau Hordos (Hebrew: הוֹרְדוֹס,
Hordos, Greek: Ἡρῴδης, Hērōidēs) juga dikenal sebagai Herodes
I, adalah seorang raja
boneka Romawi yang berkuasa di Yudaea
(sekitar 74 SM -
sekitar 5, 4 atau 1 SM di Yerusalem).
Rincian biografinya yang cukup jelas diperoleh dari tulisan sejarawan Yahudi
abad pertama Masehi, Yosefus. Bagi banyak orang Kristen, Herodes paling dikenal
dari Injil
Matius yang melukiskan dalam pasal 2 . 1 SM Yesus Kristus tinggal (bahasa
Ibrani: Yeshua
Meschiach) di Mesir saat Herodes membunuh anak-anak di Betlehem.
Herodes menangkap mereka, mengadili, menjatuhkan hukuman, serta menghukum
keluarga yang tidak menyerahkan anak mereka. Herodes kemudian meninggal, maka
Yesus dengan keluarganya kembali ke Kanaan dan berdiam di Nazaret.Herodes
mati di akhir bulan Maret
atau awal April
tahun 4 SM atau tahun 1 SM.B.Kaisar agustus
Gaius Julius
Caesar Augustus (23
September 63 SM–19 Agustus
14), yang bergelar Kaisar
Oktavianus Augustus atau Kaisar Agustus (bahasa
Latin: Imperator Caesar Divi Filivs Avgvtvs), adalah Kaisar
Romawi pertama dan salah satu yang paling berpengaruh. Ia mengakhiri perang
saudara berkepanjangan dan menciptakan kedamaian, kesejahteraan, dan kemegahan
di Kekaisaran Romawi, yang dikenal dengan sebutan Pax Romana atau kedamaian Romawi. Memerintah
sebagai penguasa tunggal mulai tahun 27 SM sampai
matinya tahun 14 M. Ia
menikah dengan Livia Drusilla dan langgeng
hingga lebih dari 51 tahun. Setelah mati, Tiberius
menggantikannya sebagai kaisar Romawi. Agustus memerintah mulai
tanggal 16 Januari 27 SM sampai kematiannya, tanggal 19 Agustus 14 M Pada zaman
pemerintahannya:
Sekalipun
perhitungan yang dilakukan Dionysius Exiguus menentukan
kelahiran Yesus pada pada tahun yang disebut sebagai 1 Masehi, sejarah
menempatkan kelahiranNya pada waktu antara tahun 6 dan 4 SM.
- Sekitar 27: Yesus dibaptis, dimulainya pelayanan, dan dipilihnya para rasul. Injil Lukas mengindikasikan bahwa Kristus dibaptis pada tahun ke-15 pemerintahan Kaisar Tiberius yakni tahun 27 Masehi (Lukas 3:1,21,22). Injil-Injil umat Kristiani sangat menonjolkan Petrus sebagai pimpinan dan juru bicara para rasul Yesus dengan seringnya disebutkan namanya dalam Injil-Injil. Petrus, dan putera-putera Zebedeus, Yakobus dan Yohanes, merupakan lingkaran dalam dari para rasul Yesus karena menyaksikan peristiwa-peristiwa penting tertentu dari kehidupan Yesus. Dakwah-dakwah utama Yesus, seperti Khotbah di Bukit. Perbuatan-perbuatan mukjizat, seperti membangkitkan orang mati, memberi makan lima ribu orang, berjalan di atas air, dst.
- Sekitar 33: Petrus menyatakan dan para pengikut lainnya percaya bahwa Yesus dari Nazaret adalah Al-Masih bangsa Yahudi yang dijanjikan Yahweh menurut kitab-kitab suci Yahudi dan ramalan-ramalan para nabi Ibrani. Masuk ke Yerusalem, dimulainya sengsara Kristus. Yesus dari Nazaret disalibkan di Yerusalem di bawah kuasa Pontius Pilatus, procurator Yudea pada masa pemerintahan Tiberius dan Herodes Antipas, setelah Sandhedrin, di bawah pimpinan Imam Besar Kayafas, menuduh Yesus melakukan hujat. Akan tetapi Dia disalibkan oleh bangsa Romawi, atas dakwaan kejahatan politik yakni perbuatan makar dan pemberontakan seperti yang tertulis pada titulus di atas salib yang menunjukkan kejahatan yang diperbuatNya yakni: "Yesus dari Nazaret, Raja orang Yahudi". Menurut para pengikutNya, tiga hari kemudian, "Allah membangkitkanNya dari antara orang mati"[2], atau, seperti yang juga mereka katakan, Dia "sudah bangkit."[3] Empat puluh hari setelah kebangkitanNya, Yesus naik ke surga, Injil-Injil Kristiani meriwayatkan bahwa Yesus memberi petunjuk kepada para muridNya bahwa: "Segala kuasa telah diberikan kepadaKu di surga dan di atas bumi. Karena itu pergilah dan jadikanlah semua bangsa muridKu, baptislah mereka dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, ajarilah mereka untuk melakukan semua yang telah kuperintahkan kepadamu; dan lihatlah, Aku menyertaimu, bahkan sampai akhr zaman." (Matius 28:18-20). Sepuluh hari kemudian (Pentakosta) Petrus memberikan khotbah perdananya dan 3.000 orang memberi diri untuk dibaptis. Sejak saat itu, ajaran-ajaran Yesus menyebar ke seluruh dan ke luar batas Kekaisaran Romawi sehingga membentuk Gereja-Gereja yang dipimpin oleh para Rasul. Tradisi Kristiani mencatat bahwa Gereja Kristiani di Roma didirikan oleh Santo Petrus bersama Santo Paulus, dan bahwa Petrus adalah uskupnya yang pertama.
C.kaisar Santo Konstantin,
adalah seorang Kaisar
Romawi, yang dinyatakan sebagai Augustus oleh pasukan-pasukannya pada 25 Juli 306 dan yang memerintah
atas bagian Kekaisaran Romawi yang terus-menerus berkembang
hingga kematiannya.
Konstantinus paling diingat pada masa kini untuk Edik Milano
pada 313, yang sepenuhnya melegalisir agama
Kristen di seluruh Kekaisaran, untuk pertama kalinya, dan untuk Konsili Nicea pada 325. Tindakan-tindakannya
ini dianggap sebagai faktor-faktor penting dalam penyebaran agama Kristen.
Reputasinya sebagai "Kaisar Kristen pertama" telah dikemukakan oleh
sejarahwan dari Lactantius dan Eusebius dari Kaisaria hingga pada masa
kini, meskipun telah muncul perdebatan tentang kebenaran imannya karena ia
terus mendukung dewa-dewa kafir dan dibaptiskan
hanya beberapa saat menjelang kematiannya.
28 Oktober312 Kaisar
Konstantinus memimpin pasukan Kekaisaran Romawi meraih kemenangan dalam Pertempuran Pons
Milvius. Menurut tradisi, pada malam menjelang pertempuran itu,
Konstantinus mendapat sebuah penglihatan bahwa dia akan meraih kemenangan jika
dia bertempur di bawah lambang Kristus; oleh karena itu, para prajuritnya
menerakan pada perisai-perisai mereka tanda Khi-Rho yang
terdiri atas dua huruf pertama dari kata Yunani untuk "Kristus"
(ΧΡΙΣΤΌΣ). Setelah memenangi pertempuran itu, Konstantinus melegalkan
kekristenan. Dia sendiri tidak dibaptis sampai menjelang ajalnya.
Kekaisaran Romawi Akhir (313 — 476)
313: Maklumat Milan menyatakan
Kekaisaran Romawi netral terhadap pandangan-pandangan keagamaan, keluarnya
maklumat ini mengakhiri penindasan atas umat Kristiani.
Flavius
Theodosius (11 Januari
347 – 17 Januari 395), juga dijuluki Theodosius I dan Theodosius yang
Agung (Yunani: Θεοδόσιος Α΄ dan Θεοδόσιος ο Μέγας),
adalah Kaisar Romawi dari tahun 379 hingga 395. Ia
menyatukan kembali bagian barat dan timur kekaisaran, dan juga merupakan kaisar
terakhir dari Kekaisaran Romawi Timur dan Kekaisaran Romawi Barat. Setelah
kematiannya, dua kekaisaran itu terpisah secara permanen. Ia juga menjadikan Kekristenan
Nicene sebagai agama resmi Kekaisaran Romawi
mengharamkan sebagian besar ritual Pagan[1]
yang masih dipraktikkan di Roma, dengan demikian mendorong sebagian besar
populasi untuk berpindah keyakinan ke Agama Kristen.
B.kaisar Romulus
Augustus
(lahir sekitar 460 -
meninggal setelah 476, mungkin masih hidup sampai 488), dikenal juga dengan
julukan Romulus Augustulus
(artinya "Romulus si Augustus Kecil"; sebab sufiks bahasa
Latin -ulus berarti diminutif), adalah Kaisar Romawi Barat terakhir yang berkuasa
sejak 31 Oktober 475 ketika masih berusia 12 tahun, hingga ia disingkirkan pada
tanggal 4
September 476. Pengasingannya menandakan akhir dari Kekaisaran Romawi Barat, runtuhnya Romawi
Kuno, dan dimulainya Abad Pertengahan di Eropa Barat.
Romulus Augustus hanya berkuasa selama sepuluh bulan sebelum akhirnya
disingkirkan oleh Odoacer,
salah seorang pemimpin bangsa Jermanik.
4
September 476:
Kaisar Romulus Augustus dipecat di Roma, ditandai oleh
banyak orang sebagai keruntuhan Kekaisaran Romawi Barat. Fokus Gereja awal
beralih ke perluasan di Kekaisaran Romawi Timur, yang dikenal pula sebagai Kekaisaran Bizantium, dengan ibukotanya di Konstantinopel.
Pada akhirnya Gereja terpecah menjadi kekristenan Ortodoks dan Katolisisme pada abad ke-11.
[1] Paganisme adalah
sebuah kepercayaan/praktik spiritual penyembahan terhadap berhala yang
pengikutnya disebut Pagan. Pagan pada zaman kuno percaya bahwa terdapat
lebih dari satu dewa
dan dewi dan untuk menyembahnya mereka menyembah patung, contoh Mesir Kuno,
Yunani
Kuno, Romawi
Kuno, dan lain-lain.Pada zaman sekarang, Pagan percaya bahwa semua di
sekitar mereka suci karena merupakan bagian dari dewa dan dewi. Contohnya,
mereka percaya bahwa batu
dan pohon adalah
bagian dari dewa dan dewi, sehingga keramat, tetapi tidak menyembah pohon itu.
Kebanyakan orang pagan percaya bumi memunculkan dewi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar